Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata
Kabupaten Sidoarjo

DARI PULAU LUSI, LANGKAH NYATA MENJAGA ALAM: DPRD JATIM DAN DISPORAPAR SIDOARJO MATANGKAN PENANAMAN MANGROVE

  • 06 Oktober 2026
  • 11 kali

Sidoarjo — Hamparan kawasan pesisir Pulau Lusi menjadi saksi langkah bersama untuk menjaga lingkungan sekaligus memperkuat potensi wisata Sidoarjo. Melalui tinjau lapang, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Dr. Sriatun melihat langsung kondisi Pulau LUSI dalam rangka persiapan kegiatan penanaman mangrove.

Dalam kunjungan tersebut, Dr. Sriatun didampingi Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo bersama jajaran. Tinjau lapang dilakukan untuk memastikan kesiapan kawasan sekaligus memetakan berbagai kebutuhan sebelum kegiatan penanaman mangrove dilaksanakan.

Kehadiran Kepala Disporapar Sidoarjo dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong agar agenda pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata di Pulau LUSI.

Menurut Kepala Disporapar Sidoarjo, upaya menjaga lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan destinasi wisata. Pulau Lusi memiliki potensi yang dapat dikembangkan, namun keberlanjutan kawasan tetap harus menjadi perhatian utama.

“Pengembangan pariwisata tidak cukup hanya berbicara mengenai destinasi dan kunjungan wisatawan. Lingkungan adalah bagian penting yang harus kita rawat. Karena itu, penanaman mangrove ini kami dorong sebagai bagian dari upaya menjaga Pulau Lusi agar tetap memiliki daya tarik sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Disporapar Sidoarjo siap mengambil bagian dalam membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung kegiatan tersebut. Tidak hanya pada tahap persiapan, tetapi juga dalam mendorong agar keberadaan kawasan mangrove nantinya dapat memberikan nilai edukasi dan menjadi bagian dari pengembangan wisata berbasis lingkungan.

“Harapannya, Pulau Lusi tidak hanya menjadi tempat yang dikunjungi, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar dan memahami pentingnya menjaga lingkungan. Kita ingin potensi wisata dan kelestarian alam dapat berjalan bersama,” lanjutnya.

Sementara itu, Dr. Sriatun menekankan pentingnya sinergi dalam menjaga kawasan pesisir. Menurutnya, pelestarian lingkungan membutuhkan komitmen bersama dan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

Tinjau lapang tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat kondisi kawasan secara langsung dan membahas berbagai kebutuhan teknis dalam persiapan penanaman mangrove. Dengan melihat kondisi riil di lapangan, pelaksanaan kegiatan diharapkan dapat dipersiapkan secara lebih tepat.

Lebih dari sekadar menanam pohon, kegiatan ini membawa pesan tentang pentingnya menjaga kehidupan di kawasan pesisir. Mangrove memiliki fungsi ekologis yang penting dan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan.

Bagi Disporapar Sidoarjo, langkah tersebut juga membuka peluang untuk mengembangkan konsep wisata berbasis lingkungan di Pulau LUSI. Keberadaan kawasan mangrove nantinya dapat dikembangkan sebagai ruang edukasi sekaligus memperkuat karakter Pulau Lusi sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman wisata alam.

Dari Pulau LUSI, sebuah langkah sederhana tengah dipersiapkan. Menanam mangrove hari ini bukan hanya tentang menambah penghijauan, tetapi juga tentang meninggalkan ruang hidup yang lebih baik bagi generasi berikutnya.

Melalui kolaborasi antara DPRD Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Disporapar, serta berbagai pihak terkait, penanaman mangrove diharapkan menjadi awal dari gerakan yang lebih panjang untuk merawat lingkungan sekaligus mengembangkan potensi Pulau Lusi secara berkelanjutan.