RAPAT KOORDINASI KELAS KHUSUS...
27 April 2026
Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata
Kabupaten Sidoarjo
SIDOARJO 31 Maret 2026 – Ribuan pemuda dari berbagai penjuru Kabupaten Sidoarjo memadati lapangan utama dalam acara Gebyar Sholawat Pemuda yang diinisiasi oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai sarana penguatan karakter dan mentalitas pemuda melalui pendekatan nilai-nilai religius dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, tokoh agama, serta perwakilan berbagai organisasi kepemudaan (OKP) dan komunitas hobi se-Sidoarjo.
Membangun Generasi yang Beradab dan Berilmu
Kepala Disporapar Kabupaten Sidoarjo menyampaikan bahwa agenda ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menyeimbangkan potensi intelektual pemuda dengan kecerdasan spiritual.
"Pemuda Sidoarjo tidak hanya harus unggul dalam prestasi olahraga, seni, atau kewirausahaan, tetapi juga harus memiliki pondasi akhlak yang kokoh. Pemuda Bersholawat adalah ruang bagi kita semua untuk bersatu, mendinginkan suasana, dan memohon keberkahan untuk kemajuan daerah kita," jelasnya di sela-sela acara.
Harmoni dalam Keberagaman
Kegiatan ini menampilkan pembacaan sholawat yang dipandu oleh grup hadrah ternama, serta penyampaian mauidzah hasanah (pesan baik) yang menekankan peran penting pemuda sebagai agen perubahan yang membawa kedamaian.
Tidak hanya sekadar seremoni keagamaan, acara ini juga menjadi momentum silaturahmi akbar. Berbagai komunitas pemuda, mulai dari santri, mahasiswa, hingga komunitas kreatif, melebur menjadi satu tanpa sekat, menciptakan harmoni yang mencerminkan semangat gotong royong warga Sidoarjo.
Dampak Positif bagi Lingkungan
Disporapar juga menyisipkan pesan-pesan positif selama acara berlangsung, seperti:
Harapan Kedepan
Dengan suksesnya gelaran Pemuda Bersholawat ini, Disporapar Sidoarjo berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang variatif bagi pemuda. Harapannya, kegiatan semacam ini dapat meminimalisir potensi konflik sosial di kalangan remaja dan mempererat persatuan demi terwujudnya Sidoarjo yang aman dan sejahtera.
"Jika pemudanya sudah rukun dan religius, maka jalan menuju pembangunan yang berkelanjutan akan semakin mudah kita lalui bersama," tutup Kepala Disporapar.